Penyuluh agama Islam memiliki peran strategis sebagai jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial masyarakat yang majemuk. Kesadaran akan peran tersebut diwujudkan oleh POKJALUH Agama Islam Kota Mataram melalui Rapat Kerja Rutin Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Taman Mayura, Cakranegara.
Pemilihan Taman Mayura sebagai lokasi rapat bukan sekadar pertimbangan teknis, tetapi juga sarat makna. Sebagai ruang publik bersejarah yang terbuka dan inklusif, Taman Mayura merepresentasikan semangat moderasi beragama—yakni sikap adil, seimbang, dan menghargai perbedaan. Nilai inilah yang terus diinternalisasikan oleh penyuluh agama Islam Kota Mataram dalam setiap aktivitas penyuluhan di tengah masyarakat.
Kegiatan rapat kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua POKJALUH Agama Islam Kota Mataram, H. Muhamad Subekti, S.Ag, serta diikuti oleh para penyuluh agama Islam dari berbagai wilayah di Kota Mataram. Rapat difokuskan pada penguatan program kerja, konsolidasi organisasi, dan peningkatan kualitas layanan penyuluhan agar semakin relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan zaman.
Rapat kerja ini juga mendapatkan penguatan melalui sambutan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cakranegara, H. Usman, S.E.I., M.H.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas peran aktif para penyuluh agama Islam yang telah menunjukkan praktik moderasi beragama secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun sikap toleran, bijak, dan menjunjung tinggi persatuan.
Beliau menegaskan bahwa wajah Islam yang ditampilkan oleh para penyuluh agama Islam Kota Mataram adalah Islam yang ramah, menyejukkan, dan relevan dengan konteks kebangsaan. Praktik moderasi beragama yang terus dikembangkan dinilai sebagai kontribusi penting dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat harmoni sosial di Kota Mataram.
Melalui rapat kerja ini, POKJALUH Agama Islam Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penyuluhan agama yang tidak hanya berorientasi pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga pada pembinaan akhlak sosial, persatuan, dan kebangsaan. Diharapkan, hasil rapat kerja ini mampu menjadi pijakan bersama dalam menghadirkan dakwah yang menenteramkan, mencerahkan, dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat.
#PenyuluhAgamaIslam


0 Comments